Berfikir Untuk Orang Lain

 Suatu ketika ada seorang ibu berusaha menyelamatkan anaknya yang masih balita dari cengkaraman api yang membakar rumahnya. Seorang ibu tersebut berlari sambil menggendong anaknya dan mencoba menembus api yang hampir memenuhi seluruh ruangan rumahnya, dan beberapa kali ibu itu kejatuhan kayu-kayu atap rumah yang runtuh akibat terbakar oleh api sehingga mengakibatkan banyak luka bakar dan memar di sekujur tubuhnya yang hampir-hampir membuatnya tak berdaya, tapi ibu itu terus berusaha menyelamatkan anaknya sambil menuju pintu keluar. Dan pada akhirnya ibu itu pun berhasil membawa anaknya keluar dari rumahnya yang terbakar oleh si jago merah, dan sesampainya di halaman rumah yang sudah dipenuhi oleh orang kampung, ibu itu menyerahkan anaknya untuk digendong oleh orang lain yaitu tetangganya sendiri. Anehnya setelah anaknya itu dia serahkan kepada tetangganya dan dia memperhatikan dirinya yang penuh dengan luka bakar dan memar, seketika itu juga dia langsung lemas tak berdaya dan akhirnya pingsan.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari sini adalahmengapa ibu itu seakan-akan tidak merasakan luka bakar dan memar yang hampir memenuhi tubuhnya disaat dia berlari keluar rumah dengan menggendong anaknya untuk menyelamatkannya dari kobaran api, tapi malahan ketika dia menyerahkan anaknya untuk digendong oleh orang lain dan memerhatikan dirinya yang penuh dengan luka, barulah dia merasa kesakitan hingga pingsan ?

Baca selanjutnya…

Kategori:Motivasi

Pentingnya Pendapat Si Gadis Dalam Perjodohan Atau Lamaran

Ada sedikit cerita mengenai seorang gadis yang merupakan anak dari seorang kiyai yang memiliki pondok terbesar di daerahnya. Pada suatu ketika gadis ini dijodohkan oleh ayahnya dengan sepupunya yang sama-sama anaknya seorang pimpinan pondok, dan ceritanya seperti berikut :

Pada suatu ketika, ayah menemuiku. Dia berkata, “Sepupumu telah melamarmu.” Padahal sebelumnya, ayah tidak pernah berbicara kepadaku mengenai masalah ini. Tapi akhirnya, saya terima lamaran itu karena takut pada ayah. Bersama jalannya waktu, saya merasa yakin bahwa saya tidak cocok untuk menjadi istri sepupuku itu. Namun, saya tidak dapat berbuat apa-apa. Saya takut mengatakannya.

Melihat fenomena perjodohan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya dewasa ini sepeti halnya di atas, banyak dari orang tua yang asal menjodohkan anaknya hanya karena nasabnya ataupun hartanya tanpa meminta persetujuan anaknya terlebih dahulu. Baca selanjutnya…

Kategori:Cinta

Ulat Lebih Mulia Daripada Koruptor

 Korupsi dan koruptor, dua istilah yang selalu menghantui rakyat indonesia dari dulu hingga sekarang. Para pejabat mengambil uang rakyat dengan se enaknya tanpa memikirkan penderitaan rakyat, seakan-akan mereka hidup sendiri di dunia ini. Apakah mereka tidak menyadari berapa juta  rakyat kelaparan, berapa juta anak putus sekolah, berapa juta anak menderita kurang gizi,dan berapa juta orang lebih memilih menjadi pengemis karenanya.

Apkah itu merupakan adzab yang telah Allah turunkan dikarenakan kebanyakan dari kita lalai untuk manjalankan syari’at-Nya dan juga lalai untuk saling mengingatkan untuk berpegang teguh pada jalan-Nya sebagaimana hadist Rasulullah saw:

“Tidaklah dari satu kaum berbuat maksiat, dan diantara mereka ada orang yang mampu utuk melawannya, akan tetapi dia tidak berbuat itu, melaikan hampir-hampir Allah meratakan mereka dengan azab dari sisi-Nya.” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah) Baca selanjutnya…

Kerudung Yang Senantiasa Membalut Kepalaku

Di bawah terik matahari yang kian menyengat yang olehnya mengelucur keringat mungkin di sebabkan juga oleh pakaianku yang menjulur panjang hingga ke ujung kaki membentang ditambah lagi balutan kerudung yang melengkung tapi kerenanya karingatku yang mengelucur ke ujung terbendung. Mungkin banyak orang (kaum hawa tentunya) yang kawatir akan hal demikian dan mungkin hal demikian dianggapnya sebuah kekonyolan yang nyata yaitu disiang hari di bawah terik matahari dengan berbalutkan busana yang panjang yang hampir menutupi seluruh bagian tubuh dan ditambah krudung yang panjang pula dikepalanya, lengkaplah sudah penderitaannya kata sebagian besar panduduk Indonesia yang hampir 80% penduduknya memeluk agama Islam, lucu bukan….!!!

Memang negara kita adalah negara subtropis yang lumayan panas khususnya pada musim kemarau, tapi apakah itu yang menjadi alasan kebanyakan wanita-wanita muslimah untuk tidak memakai kerudung… ? Apakah mereka tidak melihat negara-negara timur tengah khususnya Saudi Arabia dan negara-negara sekitarnya yang temperatur suhunya jauh lebih panas hingga mendekati 41⁰ C dibandingkan dengan negara kita Indonesia yang suhunya sekitar 27,8⁰ C, akan tetapi mayoritas dan hampir semua penduduk di negara timur tengah mengenakan kerudung atau yang biasa mereka sebut dengan himar. Baca selanjutnya…

Kategori:Syar'i

5 Bukti Kebenaran Nama Allah SWT Al-‘Adlu (Maha Adil)

Kita sebagai umat muslim sudah sepatutnya tahu dan faham akan nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla yang berjumlah 99 yang terlampir dalam Asma’ u al-Husna. Dan nama-nama Allah ‘Azza wa Jallah tersebut bukan hanya sekedar pengertian atau wacana agama Islam itu sendiri melainkan itu memang gambaran dari sifat-sifat Allah ‘Azza wa Jalla yang sangat amat sempurna dan terbukti kebenarannya sampai-sampai para ulama mengatakan bahwa dengan Asma’ u al-Husna saja tidak cukup untuk menggambarkan Keagungan dan Kesempurnaan Allah ‘Azza wa Jalla sebagai pencipta alam semesta ini begitu pula alam Akhirat yang tidak diragukan lagi keberadaannya kecuali oleh orang-orang yang tidak berakal.

Adapun di sini akan dijelaskan mengenai  5 bukti dari sekian banyak bukti dari nama Allah ‘Azza wa Jalla, yaitu Al-‘Adlu (Maha Adil). Dan bukti-bukti tersebut juga menguatkan akan kebenaran agama Islam sebagai agama Rahmatan li al-‘Alamin  yang dibawa oleh nabi yang bergelar al-Amin. Dan 5 bukti tersebut adalah :

(Pertama). Adalah dalam hal niat yang merupakan penentu dari arah amalan-amalan yang kita perbuat karena niat tersebut berfungsi sebagai lentera atau cahaya yang akan menuntun dan menerangi perjalanan seorang hamba dalam bertemu Allah ‘Azza wa Jalla. Jika lentera tersebut memancar dengan terang, maka menjadi teranglah perjalanannya dalam bertemu Allah ‘Azza wa Jalla. Sebaliknya, jika cahaya lentera tersebut redup, maka Baca selanjutnya…

Kategori:Syar'i

Siapakah Makhluk Allah Yang Imannya Paling Menakjubkan ?

Ingatlah ketika Rasulullah saw. bertanya kpd para sahabat usai shalat subuh berjama’ah: “Wahai manusia, siapakah makhluk Tuhan yang imannya paling menakjubkan ?”

“Malaikat, ya Rasul,” jawab sahabat.

“Bagaimana malaikat tidak beriman, sedangkan mereka pelaksana perintah Tuhan ?”

“Kalau begitu, para nabi ya Rasulallah.”

“Bagaimana para nabi tak beriman, sedangkan wahyu dari langit turun kepada mereka?”

“Kalau begitu sahabat-sahabatmu, ya Rasul.”

“Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan. Mereka bertemu langsung denganku, melihatku, mendengar kata-kataku, dan juga menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri tanda-tanda kerasulanku.” Baca selanjutnya…

Kategori:Syar'i

Sebuah luapan Hati Yang Tiada Terhenti

                Sungguh diri ini hampir terperdaya olehnya yang selalu mengimpi-ngimpikan hal-hal yang indah namun kita tidak tahu apa yang menyebabkan hal itu menjadi indah padahal itu secara lahiriah biasa saja cuman hati inilah yang telah diperdaya olehnya dengan impian-impian yang indah sehingga hampir-hampir membutakan mata hati ini. Hal-hal yang seharusnya kita kawatirkan nampak indah olehnya seakan-akan tidak apa-apa dan tidak akan jadi masalah, padahal itu adalah sebuah masalah yang besar dan perlu kita kawatirkan jika kita memikirkannya.

Itulah cinta pada lain jenis yang banyak pemuda dan pemudi memperjuangkannya seakan-akan itu adalah hal number one dalam hidupnya. Apakah mereka tidak menyadari siapa yang telah  menciptakan mereka dan apakah mereka tidak berfikir berapa banyak nikmat yang telah mereka dapat dari Sang Pencipta ?

Maka salah jika kita beranggapan bahwa cinta terhadap lain jenis adalah hal utama yang perlu kita fikirkan karena tiada yang utama melainkan cinta kepada Allah swt, kerena itulah sesungguhnya cinta yang abadi yang tidak kita fikirkan sebelumnya.  Kebanyakan dari kita telah terperdaya oleh cinta yang banyak orang menganggapnya abadi padahal itu sungguh-sungguh tidak abadi sama sekali yaitu cinta pada lain jenis, bahkan banyak orang tanpa berfikir panjang  mau melakukan pengorbanan apapun hanya untuk mempertahankan cintanya dengan lain jenis yang belum sah hukum di antara keduanya, tetapi banyak dari kita masih berfikir panjang untuk berkorban demi agamanya demi Allah swt yang jelas-jelas itu adalah suatu yang haq yang tiada mengandung kebatilan sedikit pun. Baca selanjutnya…

Kategori:Cinta