Beranda > Syar'i > Siapakah Makhluk Allah Yang Imannya Paling Menakjubkan ?

Siapakah Makhluk Allah Yang Imannya Paling Menakjubkan ?

Ingatlah ketika Rasulullah saw. bertanya kpd para sahabat usai shalat subuh berjama’ah: “Wahai manusia, siapakah makhluk Tuhan yang imannya paling menakjubkan ?”

“Malaikat, ya Rasul,” jawab sahabat.

“Bagaimana malaikat tidak beriman, sedangkan mereka pelaksana perintah Tuhan ?”

“Kalau begitu, para nabi ya Rasulallah.”

“Bagaimana para nabi tak beriman, sedangkan wahyu dari langit turun kepada mereka?”

“Kalau begitu sahabat-sahabatmu, ya Rasul.”

“Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan. Mereka bertemu langsung denganku, melihatku, mendengar kata-kataku, dan juga menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri tanda-tanda kerasulanku.”

Nabi terdiam sebentar, lalu bersabda, “Yang paling menakjubkan imannya adalah kaum yang datang sesudah kalian semua (yang hidup pd zaman sekarang). Mereka beriman kepadaku, tanpa pernah melihatku. Mereka membenarkan aku, tanpa pernah menyaksikanku. Mereka menemukan tulisan dan beriman kepadaku. Mereka mengamalkan apa-apa yang ada dalam tulisan itu. Mereka membela aku seperti kalian membelaku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan saudara-saudaraku (ikhwani) itu !”

Sungguh kitalah makhluk Tuhan yang imannya paling menakjubkan jika kita hingga kini tetap berpegang teguh pada sunnah Rasulullah saw. seperti yang telah disabdakan Rasulullah tersebut, bagaimana tidak sedetik pun kita belum pernah berjumpa dengan rasulullah yang memang dikarenakan antara zaman Rasulullah dengan zaman cekarang adalah kurun waktu yang sangat lama kira-kira 14 abad, tetapi realitanya masih banyak pada era modern ini yang masih berpegang teguh pada ajaran Muhammad saw. sebagai Rahmatan lil Alamin.

Maka jangan heran jika kita dewasa ini begitu sulit melakukan hal-hal kebajikan lebih-lebih untuk mengajak orang lain dalam hal tersebut. Karena pada zaman modern ini musuh Islam bertambah kuat melebihi Islam itu sendiri sebut saja para kapitalis atau biasa disebut dengan kaum barat (eropa). Seperti yang kita ketahui sekarang kaum kapitalis hampir menguasai seluruh aspek kehidupan di dunia ini mulai dari ekonomi, politik, pendidikan, budaya dan yang lainnya sehingga tidak sedikit dari negara-negara Islam itu sendiri mengadobsi ekonomi dan polotik hingga budaya kapitalis yang jelas-jelas musuh Islam. Karena mereka tidak percaya akan adanya Tuhan dikarenakan mereka menuhankan rasio atau akal fikiran mereka (na’udzubillahi min dzalik). Jadi sekarang musuh Islam bukan lagi menghadang Islam dari depan tetapi sudah menyusup berada di sekitar kita anehnya lagi banyak dari kita yang belum menyadarinya atau bahkan telah membantu pergerakan mereka tanpa kita sadari.

Dari sini kita sebagai pemuda, sebagai ujung tombak penerus tongkat estafet umat Islam sebelumnya haruslah sadar akan pentingnya menelaah kembali ulum ad-Din (ilmu Agama) supaya kita dapat membentengi akidah kita dari serangan-serangan kaum kapitalis. Namun apakah hanya dengan pelajaran Agama Islam yang diajarkan pada kurikulum sekolah-sekolah negri sudah cukup ? Jawabannya, tidak sama sekali artinya sangat amat kurang sekali karena pada umumnya pelajaran Agama Islam pada sekolah-sekolah negri seperti SMP,SMA bahkan MTS dan Aliah pun masih sangat kurang porsi yang digunakan untuk pelajaran Agama Islam. Coba kita teliti berapa kali dalam seminggu pelajaran Agama Islam diajarkan, kebanyakan dua kali dalam seminggu bahkan ada hanya satu kali dalam seminggu itu pun cuman 2 jam, sungguh porsi yang sangat minim sekali. Bukti kurangnya porsi pelajaran Agama Islam tersebut dapat kita lihat dalam kehidupan anak muda pada umumnya, contoh rielnya adalah hal yang paling sepele yaitu busana khususnya kaum wanita yang cendrung memakai pakaian yang serba minim dan manyoritas tidak memakai kerudung dan walaupun mereka memakai kerudung tetapi bawahan yang mereka pakai teteplah ketat jadi apa artinya kerudung yang mereka pakai jika busana bawahannya masih memperlihatkan lekuk tubuh mereka yang mengundang sahwat dan yang lebih parah lagi adalah anak MTsN ataupun anak Aliah yang sudah jelas-jelas kesekolah diwajibkan untuk berkerudung tapi sepulang sekolah malah mereka mananggalkannya (na’udzubillah min dzalik).

Jadi bagaimana jalan keluar untuk menyikapi hal-hal yang seperti ini, dan supaya kita termasuk umat yang diceritakan Rasulullah saw. di atas  ? Jawabannya adalah banyak-banyak mengikuti pengajian-pengajian, membaca buku-buku Islami, pintar-pintar bergaul, mendatangi orang-orang yang ‘Alim dan ‘Arif dalam Agama untuk berdiskusi dan tanya jawab seputar Agama dan yang paling penting adalah bertanya pada batin (Qolbun) kita setiap akan melakukan suatu hal apapun.

Semoga bermanfaat……..Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Kategori:Syar'i
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: