Beranda > Syar'i > Kerudung Yang Senantiasa Membalut Kepalaku

Kerudung Yang Senantiasa Membalut Kepalaku

Di bawah terik matahari yang kian menyengat yang olehnya mengelucur keringat mungkin di sebabkan juga oleh pakaianku yang menjulur panjang hingga ke ujung kaki membentang ditambah lagi balutan kerudung yang melengkung tapi kerenanya karingatku yang mengelucur ke ujung terbendung. Mungkin banyak orang (kaum hawa tentunya) yang kawatir akan hal demikian dan mungkin hal demikian dianggapnya sebuah kekonyolan yang nyata yaitu disiang hari di bawah terik matahari dengan berbalutkan busana yang panjang yang hampir menutupi seluruh bagian tubuh dan ditambah krudung yang panjang pula dikepalanya, lengkaplah sudah penderitaannya kata sebagian besar panduduk Indonesia yang hampir 80% penduduknya memeluk agama Islam, lucu bukan….!!!

Memang negara kita adalah negara subtropis yang lumayan panas khususnya pada musim kemarau, tapi apakah itu yang menjadi alasan kebanyakan wanita-wanita muslimah untuk tidak memakai kerudung… ? Apakah mereka tidak melihat negara-negara timur tengah khususnya Saudi Arabia dan negara-negara sekitarnya yang temperatur suhunya jauh lebih panas hingga mendekati 41⁰ C dibandingkan dengan negara kita Indonesia yang suhunya sekitar 27,8⁰ C, akan tetapi mayoritas dan hampir semua penduduk di negara timur tengah mengenakan kerudung atau yang biasa mereka sebut dengan himar. Ataukah mereka gengsi dengan beredarnya model-model barat yang menyusup masuk ke Indonesia yang mengadopsi fashion you can see. Sungguh mereka telah terpengaruh oleh budaya barat yang ingin mencemari bahkan merusak kultur budaya kita kemudian mencabik-cabik moral anak bangsa.

Sekarang kita telaah kembali mengenai hukum mengenakan jilbab atau kerudung menurut Islam, dalam surat  Al Ahzab (59) menegaskan :

“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan para wantia yang beriman, supaya mereka menutup tubuhnya dengan Jilbab, yang demikian itu supaya mereka lebih patut dikenal (jilbab itu ciri khas wanita mukminat), maka mereka pun tidak diganggu. Dan Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

 Begitu pula dalam surat  An-Nur(31) menjelaskan :

Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman supaya mereka menahan penglihatannya, dan memelihara kehormatannya, dan tidak memperlihatkan perhiasannya (kecantikannya) kecuali yang nyata kelihatan (muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangannya). Maka julurkanlah Kerudung-kerudung mereka hingga kedadanya. Dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasannya/kecantikannya; kecuali kepada suami mereka, atau bapak mereka, atau bapak suami mereka, atau anak-anak mereka, atau anak-anak suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak-anak saudara perempuan mereka, atau para wanita mereka (yang muslimat), atau hamba sahaya kepunyaan mereka, atau laki-laki yang menjalankan kewajibannya (umpama pelayan) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mempunyai pengertian tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan (melangkahkan) kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Dengan demikian sudah jelas bahwa memakai kerudung atau jilbab sudah menjadi suatu keharusan yang pasti atau mutlak bagi wanita dewasa yang mukminat atau muslimat, tentunya yang dimaksud disini adalah jilbab yang dipadukan dengan busana yang menutup seluruh tubuh kecuali yang biasa nampak daripadanya yaitu wajah dan kedua telapak tangan. Namun menutup disini tidak cuman menutup biar kulit kita tidak kelihatan tapi juga harus tidak ketat atau agak longgar sehingga lekuk-lekuk tubuh seperti pinggul, paha, betis, dan buah dada karena itu termasuk perhiasan perempuan yang tidak boleh diperlihatkan.

Dan Allah ‘Azza wa Jalla juga tidak sekedar menetapkan  suatu hukum tertentu melainkan ada manfaat atau hikmah di balik itu semua, diantaranya :

(Pertama), dengan memakai kerudung kita dan pakaian yang menutup aurat itu bisa melindungi kulit dari cahaya ultraviolet yang dapat membakar kulit kita jika terkena langsung dan terus menerus. Disini saya sempat tertawa jika mengetahui banyak dari perempuan Indonesia khususnya, yang iklimnya subtropis ingin memiliki kulit putih akan tetapi mayoritas dari mereka enggan menutup bagian tubuh mereka malahan  membiarkan kulit mereka terjemur atau terkena sinar ultraviolet langsung tanpa tertutup sehelai kain pun yang dapat mengakibatkan kulit mereka hitam atau bahkan terbakar,  seperti leher sampai pundak, lengan, betis sampai paha dan masih ada lagi bagian-bagian yang  tidak dapat saya sebutkan.

(Kedua ), dengannya juga bisa melindungi pemakainya dari gangguan lelaki-lelaki tidak bermoral. Jadi jika ada kasus pemerkosaan itu bisa jadi bukan salah si pemerkosa sepenuhnya tapi bisa juga karena kesalahan si wanita karena telah mengumbar aurat atau perhiasan kewanitaan mereka sehingga menimbulkan sahwat lelaki yang melihatnya (lelaki hidung belang).

(Ketiga), dengan memakainya juga wanita tersebut cendrung melakukan hal-hal yang positif dan malu untuk melakukan hal-hal negatif, karena mana mungkin orang yang dalam keadaan mengenakan busana muslimah yang sesuai syar’i itu berani masuk bar, ngerokok, bermesraan dengan pacarnya, atau hal-hal negatif lainnya dikarenakan busana mereka yang sesuai dengan syar’i telah membentengi mereka dari perbuatan negatif, dan benteng itu adalah rasa malu.

(Keempat), pemakainya terhindar dari dosa-dosa yang biasa didapat oleh orang yang tidak berkrudung. Contohnya , jika seseorang wanita menampakkan sebagian auratnya maka dosa-dosa laki-laki yang melihatnya akan mengalir kepadanya atau bisa dibilang dia mau tidak mau harus menanggung sebagian dosa laki-laki tersebut karena wanita tersebut yang menimbulkan maksiat bagi lelaki yang melihatnya dan tentunya akan diminta pertanggung jawaban di akhirat nanti….(Wallahu A’lam).

Begitulah fenomena yang ada di balik kerudung yang banyak dari wanita yang belum mengetahuinya atau mencoba untuk acuh tidak acuh terhadapnya alias masa bodoh…..(Na’udzu Billah)

Kategori:Syar'i
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: